Kamis, Agustus 1

Kegalauan massal terbesar 18 Sumbar

Diposting oleh Orestilla di 08.33.00


Ada satu dua tiga empat langkah-langkah kecil ikut menyeruak dalam kegembiraan suka cita dan obrolan tak berpenghujung malam itu. Celotehan dari mulut-mulut kecil mereka tak pelak mengundang gelak tawa. Ya. 18 Sumbar sudah banyak cukup banyak ponaan yang seharusnya tahun depan betambah lebih banyak lagi. Tanya kenapa. Karena dengan begitu pasti akan lebih banyak lagi gelak tawa yang menampar udara.

IPDN. Sekali lagi terimakasih karena telah menyatukan kami dalam sebuah ikatan kental yang tak akan pernah mencair sepanas apapun mentari membakar. Yakinlah. Persaudaraan ini tak akan punah dimakan waktu. Hingga kelak keriput menaungi wajah-wajah kita yang saat ini masih tampak cantik tampan berseri. Uhuk. Maaf. Terkadang pujian untuk diri sendiri itu penting demi mekarnya kepercayaan diri. Asal jangan tumbang saja ya teman. Hahaha.

Makan malam “buko basamo” kali ini agak sedikit “kacau” karena kedatangan makhluk-makhluk mungil yang tentu saja menjadi bahan mainan om-om dan tante-tantenya yang blom merit. Hihihi. Ini dia satu lagi penyebab galau masal malam itu. Mengapa? Karena ada janji yang terikrar dari beberapa hati bahwa gelar buko basamo berikutnya harus membawa tambahan anggota keluarga besar IPDN 18 yang baru. Haha. Semoga ya teman-teman single :)

Ini Naya. Buah cintanya Arosa Apriyani “cuniang”. Naya yang super sibuk malam itu. Coba lihat tangan mungilnya yang merajalela kemana-mana. Tingkahnya yang cuek dan tak mau tau dengan keadaan sekitar malah semakin membuatnya tampak begitu menggemaskan. Naya jadi sorotan tajam mata-mata penuh harap dari teman-teman single angkatan 18. Haha. Mungkin banyak yang berpikir bagaimana jadinya bila nanti aku punya anak cantik dan lucu seperti Naya? Pasti akan sangat membahagiakan. Eeiits. Jangan ribut dulu. Pemikiran yang sama tentu juga singgah di hati dan pikiran saya.


Lelaki kecil bernama Dipha. Jagoannya Ika Septia Maulana. Dipha yang sebentar lagi berulang tahun yang kedua sangat aktif dan tidak mau diam. Korban keganasannya adalah uda Hensam dan uda Pefi. Lihat bagaimana tuan Dipha memerintahkan uda Hensam untuk menggendongnya terus-terusan, membantunya melihat berbagai ikan hias yang ada di kolam. Dan dengan senang hati uda Hensam menuruti keinginan bos kecil ini.





Ponaan terakhir yang berkesempatan datang malam itu adalah Flo. Princessnya Ressa Yolanda. Pipi “temok” ranum milik Flo adalah sumbangsih terbesar Ressa ketika pertama kali mata kita beradu pandang dengan mata bulan memikat milik Flo. Flo masih terlalu kecil untuk mengerti sedang apa dan mengapa kami berkumpul malam itu. Namun kebahagiaan tak luput dari wajah kecilnya yang selalu berhias senyum. 







Jika nanti itu datang, sebuah pinta terucap, semoga kelak kita akan selalu seperti ini. Dan tentunya tak ada ada lagi kegalauan massal besar seperti tahun ini. Haha. Always love you, IPDN 18 Sumatera Barat.

Coba liat Flo yang selalu "sadar" kamera. Lucuuuu..

Partai single yang entah kenapa, secara tidak sadar keliatan seperti sedang membentuk sebuah perkumpulan. Semoga tahun depan, kelompok ini BUBAR....!!!! Haha.

Ada yang tau apa bahan pembicaraan Pak Lurah????

My Besties :)

Harusnya yang datang lebih dan lebih dan lebih banyak lagi dari ini sodara-sodara :)

Nengokin jam gadang dulu. Ga afdol kalo ga nangkring disini. Eciyeeee..nangkringnya partai single..uhuk..uhuk..

Nah, foto-foto yang dibawah ini 100% fotonya para single 18. Karena percayalah, yang nampang disini adalah orang-orang yang bisa pulang ke rumah sesuka hati [and after that] digebukin mak bapak ampe pagi. Hahaha.




 

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan dikomentari. Kritikan pedas pun tetap saya terima sebagai ajang pembelajaran kedepannya. Terimakasih :)

Kamis, Agustus 1

Kegalauan massal terbesar 18 Sumbar

Diposting oleh Orestilla di 08.33.00


Ada satu dua tiga empat langkah-langkah kecil ikut menyeruak dalam kegembiraan suka cita dan obrolan tak berpenghujung malam itu. Celotehan dari mulut-mulut kecil mereka tak pelak mengundang gelak tawa. Ya. 18 Sumbar sudah banyak cukup banyak ponaan yang seharusnya tahun depan betambah lebih banyak lagi. Tanya kenapa. Karena dengan begitu pasti akan lebih banyak lagi gelak tawa yang menampar udara.

IPDN. Sekali lagi terimakasih karena telah menyatukan kami dalam sebuah ikatan kental yang tak akan pernah mencair sepanas apapun mentari membakar. Yakinlah. Persaudaraan ini tak akan punah dimakan waktu. Hingga kelak keriput menaungi wajah-wajah kita yang saat ini masih tampak cantik tampan berseri. Uhuk. Maaf. Terkadang pujian untuk diri sendiri itu penting demi mekarnya kepercayaan diri. Asal jangan tumbang saja ya teman. Hahaha.

Makan malam “buko basamo” kali ini agak sedikit “kacau” karena kedatangan makhluk-makhluk mungil yang tentu saja menjadi bahan mainan om-om dan tante-tantenya yang blom merit. Hihihi. Ini dia satu lagi penyebab galau masal malam itu. Mengapa? Karena ada janji yang terikrar dari beberapa hati bahwa gelar buko basamo berikutnya harus membawa tambahan anggota keluarga besar IPDN 18 yang baru. Haha. Semoga ya teman-teman single :)

Ini Naya. Buah cintanya Arosa Apriyani “cuniang”. Naya yang super sibuk malam itu. Coba lihat tangan mungilnya yang merajalela kemana-mana. Tingkahnya yang cuek dan tak mau tau dengan keadaan sekitar malah semakin membuatnya tampak begitu menggemaskan. Naya jadi sorotan tajam mata-mata penuh harap dari teman-teman single angkatan 18. Haha. Mungkin banyak yang berpikir bagaimana jadinya bila nanti aku punya anak cantik dan lucu seperti Naya? Pasti akan sangat membahagiakan. Eeiits. Jangan ribut dulu. Pemikiran yang sama tentu juga singgah di hati dan pikiran saya.


Lelaki kecil bernama Dipha. Jagoannya Ika Septia Maulana. Dipha yang sebentar lagi berulang tahun yang kedua sangat aktif dan tidak mau diam. Korban keganasannya adalah uda Hensam dan uda Pefi. Lihat bagaimana tuan Dipha memerintahkan uda Hensam untuk menggendongnya terus-terusan, membantunya melihat berbagai ikan hias yang ada di kolam. Dan dengan senang hati uda Hensam menuruti keinginan bos kecil ini.





Ponaan terakhir yang berkesempatan datang malam itu adalah Flo. Princessnya Ressa Yolanda. Pipi “temok” ranum milik Flo adalah sumbangsih terbesar Ressa ketika pertama kali mata kita beradu pandang dengan mata bulan memikat milik Flo. Flo masih terlalu kecil untuk mengerti sedang apa dan mengapa kami berkumpul malam itu. Namun kebahagiaan tak luput dari wajah kecilnya yang selalu berhias senyum. 







Jika nanti itu datang, sebuah pinta terucap, semoga kelak kita akan selalu seperti ini. Dan tentunya tak ada ada lagi kegalauan massal besar seperti tahun ini. Haha. Always love you, IPDN 18 Sumatera Barat.

Coba liat Flo yang selalu "sadar" kamera. Lucuuuu..

Partai single yang entah kenapa, secara tidak sadar keliatan seperti sedang membentuk sebuah perkumpulan. Semoga tahun depan, kelompok ini BUBAR....!!!! Haha.

Ada yang tau apa bahan pembicaraan Pak Lurah????

My Besties :)

Harusnya yang datang lebih dan lebih dan lebih banyak lagi dari ini sodara-sodara :)

Nengokin jam gadang dulu. Ga afdol kalo ga nangkring disini. Eciyeeee..nangkringnya partai single..uhuk..uhuk..

Nah, foto-foto yang dibawah ini 100% fotonya para single 18. Karena percayalah, yang nampang disini adalah orang-orang yang bisa pulang ke rumah sesuka hati [and after that] digebukin mak bapak ampe pagi. Hahaha.




 

0 komentar on "Kegalauan massal terbesar 18 Sumbar"

Posting Komentar

Silahkan dikomentari. Kritikan pedas pun tetap saya terima sebagai ajang pembelajaran kedepannya. Terimakasih :)

 

ORESTILLA Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea