Hadirmu laksana hembus semilir angin dalam gertakan gerah tak
berujung
Rasa yang tertumpah diawalnya membuatku terlupa akan nyata yang
menantiku diujung sana
Ujung perjalanan yang sesungguhnya tak seindah bayang yang
hinggapiku
Sebuah akhir yang hanya akan memvonisku sebagai pembunuh rasa
bagi seorang lainnya
Ingin menghujamkan tanya pada Sang Pencipta, ciptaan-Nya juga
kah rasa yang ku punya?
Tak adakah hak bagi diriku untuk melenyapkannya sebelum ia
sendiri yang membunuhku?
Meracuni hidupku perlahan dan mematikanku dengan kepastian pahit
yang harus kutelan.
Lagi dan lagi.
Tak kan pernah lagi kubiarkan bola mataku menancap pada
pandanganmu.
Sekalipun tidak.
Karena aku tak mau menjadi penjagal bagi hidupku sendiri.
Aku hanya akan membiarkanmu berlalu.
Laksana semilir angin yang dengan ketidaksengajaannya telah
datang dalam perjalananku.
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan dikomentari. Kritikan pedas pun tetap saya terima sebagai ajang pembelajaran kedepannya. Terimakasih :)