Senin, Maret 26

Duka itu menyelimuti kita, kembali. #IPDN part 3

Diposting oleh Orestilla di 13.30.00

Awan gelap kembali berarak, memutari kawah candradimuka Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Almamaterku tercinta. Kabar duka kembali menyeruak. Membuka mata hatiku dan ribuan purna praja di seluruh pelosok nusantara. Ikatan itu menguat, membuat tetesan airmata jatuh dan meninggalkan kesedihan mendalam. Untukmu, adik-adik kami tercinta yang telah berpulang ke Rahmatullah. Madya Praja Arief Rahman Hakim dan Muda Wanita Praja Fenny Arista asal pendaftaran Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Timur. Bagi kami yang mungkin belum pernah bertatapan mata langsung denganmu atau hanya sekedar berjabat tangan, ada sayatan di sudut hati tatkala mendengar kabar kepergianmu di jarak ratusan kilometer dari sana. Persembahan doa akan menjadi hadiah terakhir yang semoga saja membawamu ke tempat terbaik disisi-Nya. Memang hanya Tuhanlah, Sang pemegang  rahasia kematian yang telah mencatat waktu akhirmu, akhirku dan akhir kita semua. Hanya masalah waktu. Dan saat ini waktumulah yang terlebih dahulu datang. Mohonku pada Sang Khalik, semoga dirimu tenang disana. Amin.


Kabar duka ini mengantarkanku pada kerinduan mendalam. Ya. Kerinduan yang teramat sangat untuk bisa berkumpul lagi ditempat itu. Bersamamu. Bersama ribuan saudaraku yang sekarang telah mengabdi di seluruh pelosok negeri, melaksanakan sumpah janji yang dulu kita ucapkan bersama. Tapi ku yakin tak hanya aku. Ada begitu banyak darimu menginginkan hal yang sama. Hasrat untuk kembali menapaki jejak-jejak kita di sana. Walau mengulang kembali waktu yang lalu, tak akan pernah mungkin terjadi. Namun melihat betapa besar kepedulian, betapa masih banyaknya kasih sayang dan rasa memiliki, betapa bangganya kita menjadi bagian dari almamater ini, aku bahagia. 

Sehina apapun kita dimata dunia, sekejam apapun kata yang terlontar dan sekuat apapun angin yang datang untuk merobohkan pertahanan kita, yakinku satu bahwasanya kita memiliki kekuatan luar biasa yang tak akan pernah lenyap dimakan waktu. Rasa kekeluargaan yang tak terputus hingga puluhan atau bahkan mungkin ratusan generasi di masa mendatang. Kepedulian dan kasih sayang yang selalu terpupuk dan tak ada habisnya. Berulang kali terucap dan akan selalu kusampaikan, betapa bangganya aku menjadi bagian dari keluarga besar ini. Keluarga yang walaupun tak seluruhnya mampu kuhafalkan satu persatu tetapi selalu ada dan akan selalu mendukung walau dalam keadaan paling buruk sekalipun.

Pesan untuk adik-adikku yang tengah menjalani pendidikan di kampus IPDN tercinta. Berusahalah untuk memberikan yang terbaik. Mulailah dengan mengucap syukur pada Tuhanmu. Bersungguh-sungguhlah menggapai cita agar kelak kamu bisa mempersembahkan keberhasilan itu kepada kedua orangtuamu. Berniatlah dalam hatimu untuk benar-benar mengabdi pada ibu pertiwi. Lakukan itu semua untuk membuktikan bahwasanya kamu berhak mendapatkan kesempatan menjadi bagian darinya. Dan nikmatilah setiap detikmu disana.

Jayalah selalu almamaterku. Jayalah selalu negeriku. Bhinneka Nara Eka Bhakti.

Salam.

2 komentar:

Chrismon Darma mengatakan...

Death is the last chapter in time, but the first chapter in eternity.

A thousand words won't bring you back, I know because I've tried; neither will a thousand tears, I know because I've cried.

Each happiness of yesterday is a memory for tomorrow.

Always on my mind; forever in my heart.

The life of the dead is placed in the heart of the living. (Cicero)

"They say you dont know what you have till it's gone. Truth is, you already knew what you had, you just never thought you'd loose it."

Seeing death as the end of life is like seeing the horizon as the end of the ocean.
(David Searls)

Death is not the final sleep. It is the first awakening.

Treasured in my heart you'll stay, untill we meet again some day.

Forever in this heart of mine, an everlasting bond, for now until the end of time, are memories so fond.

Those we love don't go away, they walk beside us every day.
Unseen, unheard, but always near; still loved, still missed and very dear.
- Anonymous

If tears could build a stairway, and memories a lane,
I'd walk right up to heaven and bring you home again.

Remembering you is easy, I do it everyday. Missing you is the heartache that never goes away.

Although it's difficult today to see beyond the sorrow, may looking back in memory help comfort you tomorrow.

No farewell words were spoken, no time to say good-bye. You were gone before I knew it and only God knows why.
My heart still aches in sadness and secret tears still flow, what it meant to lose you, no one will ever know.

I thought that I would miss you so, and never find my way.
And then I heard the angel say "he's with you every day."
"The sun, the moon, the wind, the stars, will forever be around,
reminding you of the love you shared, and the peace he's finally found."



BHINNEKA NARA EKA BHAKTI

Tia Sutiawati mengatakan...

Tempat kita pernah meneguk manisnya 'rasa' yang tak pernah sekalipun dimengerti dunia adalah disana. Kurasa, apapun anggapan orang tentangnya, ia selalu memilki tempat dihati kita.
Bhineka Nara eka Bhakti

Posting Komentar

Silahkan dikomentari. Kritikan pedas pun tetap saya terima sebagai ajang pembelajaran kedepannya. Terimakasih :)

Senin, Maret 26

Duka itu menyelimuti kita, kembali. #IPDN part 3

Diposting oleh Orestilla di 13.30.00

Awan gelap kembali berarak, memutari kawah candradimuka Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Almamaterku tercinta. Kabar duka kembali menyeruak. Membuka mata hatiku dan ribuan purna praja di seluruh pelosok nusantara. Ikatan itu menguat, membuat tetesan airmata jatuh dan meninggalkan kesedihan mendalam. Untukmu, adik-adik kami tercinta yang telah berpulang ke Rahmatullah. Madya Praja Arief Rahman Hakim dan Muda Wanita Praja Fenny Arista asal pendaftaran Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Timur. Bagi kami yang mungkin belum pernah bertatapan mata langsung denganmu atau hanya sekedar berjabat tangan, ada sayatan di sudut hati tatkala mendengar kabar kepergianmu di jarak ratusan kilometer dari sana. Persembahan doa akan menjadi hadiah terakhir yang semoga saja membawamu ke tempat terbaik disisi-Nya. Memang hanya Tuhanlah, Sang pemegang  rahasia kematian yang telah mencatat waktu akhirmu, akhirku dan akhir kita semua. Hanya masalah waktu. Dan saat ini waktumulah yang terlebih dahulu datang. Mohonku pada Sang Khalik, semoga dirimu tenang disana. Amin.


Kabar duka ini mengantarkanku pada kerinduan mendalam. Ya. Kerinduan yang teramat sangat untuk bisa berkumpul lagi ditempat itu. Bersamamu. Bersama ribuan saudaraku yang sekarang telah mengabdi di seluruh pelosok negeri, melaksanakan sumpah janji yang dulu kita ucapkan bersama. Tapi ku yakin tak hanya aku. Ada begitu banyak darimu menginginkan hal yang sama. Hasrat untuk kembali menapaki jejak-jejak kita di sana. Walau mengulang kembali waktu yang lalu, tak akan pernah mungkin terjadi. Namun melihat betapa besar kepedulian, betapa masih banyaknya kasih sayang dan rasa memiliki, betapa bangganya kita menjadi bagian dari almamater ini, aku bahagia. 

Sehina apapun kita dimata dunia, sekejam apapun kata yang terlontar dan sekuat apapun angin yang datang untuk merobohkan pertahanan kita, yakinku satu bahwasanya kita memiliki kekuatan luar biasa yang tak akan pernah lenyap dimakan waktu. Rasa kekeluargaan yang tak terputus hingga puluhan atau bahkan mungkin ratusan generasi di masa mendatang. Kepedulian dan kasih sayang yang selalu terpupuk dan tak ada habisnya. Berulang kali terucap dan akan selalu kusampaikan, betapa bangganya aku menjadi bagian dari keluarga besar ini. Keluarga yang walaupun tak seluruhnya mampu kuhafalkan satu persatu tetapi selalu ada dan akan selalu mendukung walau dalam keadaan paling buruk sekalipun.

Pesan untuk adik-adikku yang tengah menjalani pendidikan di kampus IPDN tercinta. Berusahalah untuk memberikan yang terbaik. Mulailah dengan mengucap syukur pada Tuhanmu. Bersungguh-sungguhlah menggapai cita agar kelak kamu bisa mempersembahkan keberhasilan itu kepada kedua orangtuamu. Berniatlah dalam hatimu untuk benar-benar mengabdi pada ibu pertiwi. Lakukan itu semua untuk membuktikan bahwasanya kamu berhak mendapatkan kesempatan menjadi bagian darinya. Dan nikmatilah setiap detikmu disana.

Jayalah selalu almamaterku. Jayalah selalu negeriku. Bhinneka Nara Eka Bhakti.

Salam.

2 komentar on "Duka itu menyelimuti kita, kembali. #IPDN part 3"

Chrismon Darma on 26 Maret 2012 pukul 15.01 mengatakan...

Death is the last chapter in time, but the first chapter in eternity.

A thousand words won't bring you back, I know because I've tried; neither will a thousand tears, I know because I've cried.

Each happiness of yesterday is a memory for tomorrow.

Always on my mind; forever in my heart.

The life of the dead is placed in the heart of the living. (Cicero)

"They say you dont know what you have till it's gone. Truth is, you already knew what you had, you just never thought you'd loose it."

Seeing death as the end of life is like seeing the horizon as the end of the ocean.
(David Searls)

Death is not the final sleep. It is the first awakening.

Treasured in my heart you'll stay, untill we meet again some day.

Forever in this heart of mine, an everlasting bond, for now until the end of time, are memories so fond.

Those we love don't go away, they walk beside us every day.
Unseen, unheard, but always near; still loved, still missed and very dear.
- Anonymous

If tears could build a stairway, and memories a lane,
I'd walk right up to heaven and bring you home again.

Remembering you is easy, I do it everyday. Missing you is the heartache that never goes away.

Although it's difficult today to see beyond the sorrow, may looking back in memory help comfort you tomorrow.

No farewell words were spoken, no time to say good-bye. You were gone before I knew it and only God knows why.
My heart still aches in sadness and secret tears still flow, what it meant to lose you, no one will ever know.

I thought that I would miss you so, and never find my way.
And then I heard the angel say "he's with you every day."
"The sun, the moon, the wind, the stars, will forever be around,
reminding you of the love you shared, and the peace he's finally found."



BHINNEKA NARA EKA BHAKTI

Tia Sutiawati on 13 April 2012 pukul 14.01 mengatakan...

Tempat kita pernah meneguk manisnya 'rasa' yang tak pernah sekalipun dimengerti dunia adalah disana. Kurasa, apapun anggapan orang tentangnya, ia selalu memilki tempat dihati kita.
Bhineka Nara eka Bhakti

Posting Komentar

Silahkan dikomentari. Kritikan pedas pun tetap saya terima sebagai ajang pembelajaran kedepannya. Terimakasih :)

 

ORESTILLA Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea