Selasa, Februari 12

Merry Riana, menguatkan lewat kata

Diposting oleh Orestilla di 14.25.00 0 komentar


Pertama kali aku mengenalnya ada banyak kekuatan yang hadir tanpa rencana. Kata demi kata yang ia rangkai dalam kesederhanaan begitu menggugah, begitu menyentuh dan tentu saja begitu menguatkan.
Merry Riana. Sosok bersahaja yang ku kenal tanpa jabat tangan. Senyum ramah yang selalu dihadiahkan, gelak tawa yang selalu hadir di setiap penampilannya di berbagai media massa membuat tak seorang pun akan berpikir bahwa ia hanyalah seorang perempuan biasa yang lahir melalui ujian hidup luar biasa.
Tak kupungkiri, dialah salah satu motivatorku untuk bergerak maju. Terkadang saat lelah menumpuk dan keputusasaan mengintai hari, ku yakinkan kembali hati dan menantang diri sendiri, “Jika Merry Riana diumur belia saja bisa? Kenapa aku tidak?” dan perlahan semangat itu akan bangkit kembali.
Merry Riana juga lah yang turut memompa mimpiku melanjutkan pendidikan, lagi, lagi dan lagi. Perjuangannya menyelesaikan pendidikan ditengah himpitan ekonomi yang menyesakkan tak menjadi batu halangan yang menjatuhkan, namun menjadi tempat berpijak baginya untuk terlontar ke kehidupan yang jauh lebih baik. Dan itulah salah satu alasanku untuk kembali menimba ilmu di bangku kuliah pascasarjana. Sebuah rute penting yang saat ini belum terselesaikan tapi akan kuperjuangkan hingga akhirnya nanti. Apapun alasannya. Apapun hambatannya.
Dulu..ketika mendengar kabar kedatangannya di provinsi tetangga, hatiku melonjak begitu senangnya. Ingin sekali bertatap mata langsung dengannya. Ingin sekali bisa berjabatan tangan dengan perempuan tangguh seperti dia. Tapi apa lacur. Bentrokan jadwal kuliah membuatku mengurungkan niat tersebut. Kecewa pastinya. Dan yang bisa kulakukan hanya berenang dalam lautan kata yang selalu ia sediakan di media sosialnya. Bagiku itu cukup. Cukup banyak untuk melepaskan dahaga akan sebuah rasa penasaran.
Namun kesabaranku berbuah manis. Kemaren pagi, Sabtu 9 Februari 2013, mimpiku menjadi nyata. Akhirnya setelah menunggu lebih dari satu tahun lamanya, aku bisa berada didekatnya. Dalam radius terkecil yang tak pernah kuduga sebelumnya. Dengan suka cita bahkan dengan mengorbankan kuliah, aku menghadiri seminar internasional langsung dari motivator favoritku. Bangku terdepan adalah targetku hari itu. Sungguh tak ingin kulewatkan waktu penting, yang yaaaa mungkin saja tak akan pernah terulang lagi untuk kali yang kedua. Walau untuk yang satu ini aku selalu berdoa bisa kembali berada ditempat dan diruangan yang sama dengannya. Banyak ilmu yang kuperoleh hari itu. Banyak tawa dan tak sedikit airmati ketika kisahnya kembali menyentuh nurani. Kebahagiaanku berlipat ganda ketika aku diberi kesempatan untuk berjabatan tangan dan bertegur sapa. Tak lagi lewat media sosial seperti biasanya, ini NYATA. Ketika tangannya menjabat tanganku, aku berharap akan ada aliran kekuatan yang berpindah darinya untukku. Aku ingin kuat. Sekuat ia dulu menapak hidup.
Terimakasih Mbak Merry Riana. Kelak, ketika mimpiku menjadi nyata, akan kusematkan nama kecilmu disana. Nama kecil sederhana, sesederhana orang yang memilikinya namun memiliki tempat istimewa dalam perjalanan hidupku.
You’re the best sista. Always.



Semoga Allah masih nyediain stok lelaki pembaharu seperti Mas Alva untuk dijadikan pendamping hidup dunia akhirat. Amiiiinn. Mbak Ria bener, Mas Alva itu anugerah terindah yang dikirimkan Tuhan untuknya.
  


Semoga suatu hari nanti waktu mempertemukan kami kembali.

 
Dan ini dia sahabat tercinta sesama pecinta Merry Riana. Thanks untuk satu hari yang luar biasa kemaren sista. KITA PASTI BISA. Haha  

Senin, Februari 4

Lembur itu..

Diposting oleh Orestilla di 22.18.00 0 komentar

Jam menunjukkan pukul 22:10 WIB. Dan puluhan orang PNS yang tergabung dalam tim penulisan dan penyusunan LKPJ, LPPD dan ILPPD masih duduk di kursinya masing-masing dengan mata masih terpaku ke layar laptop. Jikalau ada yang berpendapat profesi sebagai abdi negara adalah pekerjaan yang mudah, mereka salah. Mungkin saja mereka belum mencoba dan hanya sedang menerka dari sudut pandang berbeda. Lihat saja para bapak, para ibu yang malam ini meninggalkan buah hati mereka di rumah hanya untuk memperlihatkan pada negeri ini bahwa mereka digaji bukan untuk bermalas-malasan dan tak berkinerja sama sekali.
Apapun itu, saya sebagai bagian dari Korps PNS merasa bangga dan bersyukur dengan apa yang saya miliki, apa yang saya lakukan dan apa yang dapat saya persembahan untuk bangsa negara Indonesia.
Masih ada 1 minggu lagi untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan ini. Semoga kami semua akan selalu dilimpahkan kesehatan agar tugas ini dapat terlaksana dengan baik, tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Amin.

Minggu, Januari 20

Sakralnya Pernikahan #Part2

Diposting oleh Orestilla di 11.05.00 1 komentar


Ketika makin banyak tanya yang merongrong hari tentang sebuah akad suci berjudul pernikahan, aku hanya bisa tersenyum sebagai jawaban. Kenapa? Karena bagiku, menikah bukanlah sebuah hal sepele yang bisa diputuskan dalam 1,2,3 hari. Butuh waktu untuk memastikan. Diakah orangnya? Diakah sang pelindung yang dikirimkan Tuhan untuk hidupku? Diakah yang mampu menjadi sebuah cahaya penerang bagiku yang masih tertatih melangkah dalam gelapnya kehidupan.
Menikah butuh komitmen. Tak hanya dengannya tempatku akan berbagi suka dan duka. Tapi yang lebih penting lagi, komitmen dengan diriku sendiri. Komitmen untuk bisa berubah menjadi sosok yang jauh lebih baik. Komitmen yang nantinya akan menemaniku menjelajahi kehidupan dengan realita yang mungkin saja belum terpikirkan olehku saat ini.
Jadi bagi mereka yang memandang pernikahan sebagai sebuah hal sederhana tanpa beban, mereka berbeda denganku. Karena jika diperbolehkan meminta, aku ingin memulainya dengan caraku sendiri, cara terbaik yang ku punya, cara terindah yang bisa kupersembahkan nantinya.
Buat yang sebentar lagi menyelenggarakan pernikahan, doaku semoga segalanya dilancarkan Yang Kuasa. Tak hanya untuk satu hari sakral itu saja tapi untuk selamanya. Buat yang masih belum menemukan tulang rusuknya atau belum ditemukan sang pemilik tulang rusuk, bersabarlah. Semua akan indah pada waktunya. Nanti. Percayalah, kebahagiaan itu sudah ada. Hanya butuh waktu untuk merengkuhnya dalam hidup.

Jumat, Januari 18

L.E.L.A.H

Diposting oleh Orestilla di 13.50.00 1 komentar


Terkadang ingin kuteriakkan angkara pada angkasa
Tak adakah satu saja bagian terkecil bumi yang bisa menyembunyikan kelelahanku
Lelah dengan keadaan stagnan yang tak sedikitpun beranjak ke ketenangan
Sungguh..lelahku memuncak dan lahirlah ribuan serapah tak pantas yang sesungguhnya tak ingin ku pertunjukkan pada dunia
Faktanya aku hanya seorang manusia biasa
Tak sekuat dan sesempurna yang kalian kira

Rabu, Januari 2

2013

Diposting oleh Orestilla di 10.33.00 0 komentar


Hepi new year my blogy’s friends..
Baru jalan 2 hari di awal tahun ini, tahun yang semoga saja mampu menghadirkan banyak letup kebahagiaan nantinya. Amiin. Tahun dimana remah-ramah kesuksesan akan kita kumpulkan bersama. Amiin. Tahun yang yaaaa.. semoga saja jodohku nemuin jalannya dan mampir dalam kehidupanku tahun ini. Amiiin lagi. Hahaha.
Tahun lalu, ada banyak pelajaran berharga yang ga akan pernah terlupa. Ajaran akan hidup dan apa itu dewasa yang sesungguhnya. Yang baeknya jadikan kawan melangkah ke putaran dunia berikutnya. Yang jelek, tentunya dibuang jauh-jauh dan jangan pernah sentuh lagi untuk kali yang kedua.
Bicara 2013, bicara tahun baru, bicara harapan-harapan baru. Catet semua cita yang akan kita rengkuh tahun ini. Banyak tak apa. Tiada malah akan membuat kita layaknya manusia tak punya asa. Hmmm..semoga doaku, doamu dan doa kita semua dijamah Allah SWT. Amiin Rabb.
Ini dia milikku, milikmu mana?
REVIEW 2012 :
Awalnya hati dan pikiranku berkata bahwa tahun 2012 akan menjadi tahun terburuk yang pernah ada. Inget kan? awal tahun yang sempat memporakporandakan hidup dan mematahkan ribuan harapan. Namun faktanya jauh berbeda. Keterpurukan, kekecewaan dan kesedihan mendalam malah mampu menjadi sebuah motivator terkuat yang melontarkanku keketinggian yang bahkan tak pernah melintas sebelumnya dalam logika. Jadi siapa yang bisa menafsirkan jalan hidupmu selain Tuhan? Tak ada, tidak juga dirimu sendiri. Tanganku mulai lihai diatas kertas. Bukan untuk melukis hidup tapi mencoba mengembangkan hobi yang dulu tersimpan saja di lorong gelap sisi bahagiaku. Hasilnya, ada beberapa permintaan desain pakaian dalam skala besar yang saat itu membuatku tertawa sendiri. Siapa aku? Desainer? Tidak. Haha. Aku sangat menikmatinya. Tangan ini  jualah yang akhirnya berhasil membuat karya kecilku tentang Longdistance Relationship diterbitkan dalam sebuah buku bersama 29 penulis ecek-ecek lainnya. Dari sanalah aku meramu jutaan pandangan dan rasa yang berbeda dari banyak orang. Ujung-ujungnya, setelah belajar banyak dari kisah-kisah itu, apapun ending kisah yang ku punya, aku bahagia. Tahun 2012 menjadi titik tolak penting dalam hidupku. Di tahun ini pula aku mulai mencoba peruntunganku di bidang bisnis. Kecil-kecilan tentunya. Namun alhamdulillah bisa membantuku melanjutkan pendidikan lagi.  Jadi akan sangat menyedihkan bukan bila aku tak mensyukuri limpahan rezeki dan kebahagiaan yang dihadiahkan Tuhan untukku.
RESOLUSI 2013
Semangat dan harapan tak harus dilontarkan ketika tahun berganti. Namun ketika hari baru menyongsong, merugilah orang yang tak punya impian untuk menjadi lebih baik lagi. Hmm..mari kita liat daftar keinginan apa yang harus diperjuangkan di tahun ini :
Tesis harus udah beres setidaknya Februari 2013.
Kerjaan kantor beres tiap bulannya. Ga ada lagi istilah mengundur-undur waktu.
Ga boros-boros lagi (diusahain).
Jualannya lebih banyak lagi dari tahun lalu. Haha. Mari dibeli pak, dibeli buk. Haha.
Pengen les bahasa inggris lagi. Nah lo..?? Boleh kan ya? Hehe.
Kalo bisa target 111213 yang kemaren diomongin sama papa terkabul. Amiiin. Apaan coba?? Hahahahaha.
Satu lagi. Tahun ini harus bisa masak. Uuupss :D
Dan yang pastinya apa yang udah baek di tahun lalu jangan diilangin lagi. Baeknya ditambah, jeleknya buang kelaut. Sipp.

Selasa, Februari 12

Merry Riana, menguatkan lewat kata

Diposting oleh Orestilla di 14.25.00 0 komentar


Pertama kali aku mengenalnya ada banyak kekuatan yang hadir tanpa rencana. Kata demi kata yang ia rangkai dalam kesederhanaan begitu menggugah, begitu menyentuh dan tentu saja begitu menguatkan.
Merry Riana. Sosok bersahaja yang ku kenal tanpa jabat tangan. Senyum ramah yang selalu dihadiahkan, gelak tawa yang selalu hadir di setiap penampilannya di berbagai media massa membuat tak seorang pun akan berpikir bahwa ia hanyalah seorang perempuan biasa yang lahir melalui ujian hidup luar biasa.
Tak kupungkiri, dialah salah satu motivatorku untuk bergerak maju. Terkadang saat lelah menumpuk dan keputusasaan mengintai hari, ku yakinkan kembali hati dan menantang diri sendiri, “Jika Merry Riana diumur belia saja bisa? Kenapa aku tidak?” dan perlahan semangat itu akan bangkit kembali.
Merry Riana juga lah yang turut memompa mimpiku melanjutkan pendidikan, lagi, lagi dan lagi. Perjuangannya menyelesaikan pendidikan ditengah himpitan ekonomi yang menyesakkan tak menjadi batu halangan yang menjatuhkan, namun menjadi tempat berpijak baginya untuk terlontar ke kehidupan yang jauh lebih baik. Dan itulah salah satu alasanku untuk kembali menimba ilmu di bangku kuliah pascasarjana. Sebuah rute penting yang saat ini belum terselesaikan tapi akan kuperjuangkan hingga akhirnya nanti. Apapun alasannya. Apapun hambatannya.
Dulu..ketika mendengar kabar kedatangannya di provinsi tetangga, hatiku melonjak begitu senangnya. Ingin sekali bertatap mata langsung dengannya. Ingin sekali bisa berjabatan tangan dengan perempuan tangguh seperti dia. Tapi apa lacur. Bentrokan jadwal kuliah membuatku mengurungkan niat tersebut. Kecewa pastinya. Dan yang bisa kulakukan hanya berenang dalam lautan kata yang selalu ia sediakan di media sosialnya. Bagiku itu cukup. Cukup banyak untuk melepaskan dahaga akan sebuah rasa penasaran.
Namun kesabaranku berbuah manis. Kemaren pagi, Sabtu 9 Februari 2013, mimpiku menjadi nyata. Akhirnya setelah menunggu lebih dari satu tahun lamanya, aku bisa berada didekatnya. Dalam radius terkecil yang tak pernah kuduga sebelumnya. Dengan suka cita bahkan dengan mengorbankan kuliah, aku menghadiri seminar internasional langsung dari motivator favoritku. Bangku terdepan adalah targetku hari itu. Sungguh tak ingin kulewatkan waktu penting, yang yaaaa mungkin saja tak akan pernah terulang lagi untuk kali yang kedua. Walau untuk yang satu ini aku selalu berdoa bisa kembali berada ditempat dan diruangan yang sama dengannya. Banyak ilmu yang kuperoleh hari itu. Banyak tawa dan tak sedikit airmati ketika kisahnya kembali menyentuh nurani. Kebahagiaanku berlipat ganda ketika aku diberi kesempatan untuk berjabatan tangan dan bertegur sapa. Tak lagi lewat media sosial seperti biasanya, ini NYATA. Ketika tangannya menjabat tanganku, aku berharap akan ada aliran kekuatan yang berpindah darinya untukku. Aku ingin kuat. Sekuat ia dulu menapak hidup.
Terimakasih Mbak Merry Riana. Kelak, ketika mimpiku menjadi nyata, akan kusematkan nama kecilmu disana. Nama kecil sederhana, sesederhana orang yang memilikinya namun memiliki tempat istimewa dalam perjalanan hidupku.
You’re the best sista. Always.



Semoga Allah masih nyediain stok lelaki pembaharu seperti Mas Alva untuk dijadikan pendamping hidup dunia akhirat. Amiiiinn. Mbak Ria bener, Mas Alva itu anugerah terindah yang dikirimkan Tuhan untuknya.
  


Semoga suatu hari nanti waktu mempertemukan kami kembali.

 
Dan ini dia sahabat tercinta sesama pecinta Merry Riana. Thanks untuk satu hari yang luar biasa kemaren sista. KITA PASTI BISA. Haha  

Senin, Februari 4

Lembur itu..

Diposting oleh Orestilla di 22.18.00 0 komentar

Jam menunjukkan pukul 22:10 WIB. Dan puluhan orang PNS yang tergabung dalam tim penulisan dan penyusunan LKPJ, LPPD dan ILPPD masih duduk di kursinya masing-masing dengan mata masih terpaku ke layar laptop. Jikalau ada yang berpendapat profesi sebagai abdi negara adalah pekerjaan yang mudah, mereka salah. Mungkin saja mereka belum mencoba dan hanya sedang menerka dari sudut pandang berbeda. Lihat saja para bapak, para ibu yang malam ini meninggalkan buah hati mereka di rumah hanya untuk memperlihatkan pada negeri ini bahwa mereka digaji bukan untuk bermalas-malasan dan tak berkinerja sama sekali.
Apapun itu, saya sebagai bagian dari Korps PNS merasa bangga dan bersyukur dengan apa yang saya miliki, apa yang saya lakukan dan apa yang dapat saya persembahan untuk bangsa negara Indonesia.
Masih ada 1 minggu lagi untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan ini. Semoga kami semua akan selalu dilimpahkan kesehatan agar tugas ini dapat terlaksana dengan baik, tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Amin.

Minggu, Januari 20

Sakralnya Pernikahan #Part2

Diposting oleh Orestilla di 11.05.00 1 komentar


Ketika makin banyak tanya yang merongrong hari tentang sebuah akad suci berjudul pernikahan, aku hanya bisa tersenyum sebagai jawaban. Kenapa? Karena bagiku, menikah bukanlah sebuah hal sepele yang bisa diputuskan dalam 1,2,3 hari. Butuh waktu untuk memastikan. Diakah orangnya? Diakah sang pelindung yang dikirimkan Tuhan untuk hidupku? Diakah yang mampu menjadi sebuah cahaya penerang bagiku yang masih tertatih melangkah dalam gelapnya kehidupan.
Menikah butuh komitmen. Tak hanya dengannya tempatku akan berbagi suka dan duka. Tapi yang lebih penting lagi, komitmen dengan diriku sendiri. Komitmen untuk bisa berubah menjadi sosok yang jauh lebih baik. Komitmen yang nantinya akan menemaniku menjelajahi kehidupan dengan realita yang mungkin saja belum terpikirkan olehku saat ini.
Jadi bagi mereka yang memandang pernikahan sebagai sebuah hal sederhana tanpa beban, mereka berbeda denganku. Karena jika diperbolehkan meminta, aku ingin memulainya dengan caraku sendiri, cara terbaik yang ku punya, cara terindah yang bisa kupersembahkan nantinya.
Buat yang sebentar lagi menyelenggarakan pernikahan, doaku semoga segalanya dilancarkan Yang Kuasa. Tak hanya untuk satu hari sakral itu saja tapi untuk selamanya. Buat yang masih belum menemukan tulang rusuknya atau belum ditemukan sang pemilik tulang rusuk, bersabarlah. Semua akan indah pada waktunya. Nanti. Percayalah, kebahagiaan itu sudah ada. Hanya butuh waktu untuk merengkuhnya dalam hidup.

Jumat, Januari 18

L.E.L.A.H

Diposting oleh Orestilla di 13.50.00 1 komentar


Terkadang ingin kuteriakkan angkara pada angkasa
Tak adakah satu saja bagian terkecil bumi yang bisa menyembunyikan kelelahanku
Lelah dengan keadaan stagnan yang tak sedikitpun beranjak ke ketenangan
Sungguh..lelahku memuncak dan lahirlah ribuan serapah tak pantas yang sesungguhnya tak ingin ku pertunjukkan pada dunia
Faktanya aku hanya seorang manusia biasa
Tak sekuat dan sesempurna yang kalian kira

Rabu, Januari 2

2013

Diposting oleh Orestilla di 10.33.00 0 komentar


Hepi new year my blogy’s friends..
Baru jalan 2 hari di awal tahun ini, tahun yang semoga saja mampu menghadirkan banyak letup kebahagiaan nantinya. Amiin. Tahun dimana remah-ramah kesuksesan akan kita kumpulkan bersama. Amiin. Tahun yang yaaaa.. semoga saja jodohku nemuin jalannya dan mampir dalam kehidupanku tahun ini. Amiiin lagi. Hahaha.
Tahun lalu, ada banyak pelajaran berharga yang ga akan pernah terlupa. Ajaran akan hidup dan apa itu dewasa yang sesungguhnya. Yang baeknya jadikan kawan melangkah ke putaran dunia berikutnya. Yang jelek, tentunya dibuang jauh-jauh dan jangan pernah sentuh lagi untuk kali yang kedua.
Bicara 2013, bicara tahun baru, bicara harapan-harapan baru. Catet semua cita yang akan kita rengkuh tahun ini. Banyak tak apa. Tiada malah akan membuat kita layaknya manusia tak punya asa. Hmmm..semoga doaku, doamu dan doa kita semua dijamah Allah SWT. Amiin Rabb.
Ini dia milikku, milikmu mana?
REVIEW 2012 :
Awalnya hati dan pikiranku berkata bahwa tahun 2012 akan menjadi tahun terburuk yang pernah ada. Inget kan? awal tahun yang sempat memporakporandakan hidup dan mematahkan ribuan harapan. Namun faktanya jauh berbeda. Keterpurukan, kekecewaan dan kesedihan mendalam malah mampu menjadi sebuah motivator terkuat yang melontarkanku keketinggian yang bahkan tak pernah melintas sebelumnya dalam logika. Jadi siapa yang bisa menafsirkan jalan hidupmu selain Tuhan? Tak ada, tidak juga dirimu sendiri. Tanganku mulai lihai diatas kertas. Bukan untuk melukis hidup tapi mencoba mengembangkan hobi yang dulu tersimpan saja di lorong gelap sisi bahagiaku. Hasilnya, ada beberapa permintaan desain pakaian dalam skala besar yang saat itu membuatku tertawa sendiri. Siapa aku? Desainer? Tidak. Haha. Aku sangat menikmatinya. Tangan ini  jualah yang akhirnya berhasil membuat karya kecilku tentang Longdistance Relationship diterbitkan dalam sebuah buku bersama 29 penulis ecek-ecek lainnya. Dari sanalah aku meramu jutaan pandangan dan rasa yang berbeda dari banyak orang. Ujung-ujungnya, setelah belajar banyak dari kisah-kisah itu, apapun ending kisah yang ku punya, aku bahagia. Tahun 2012 menjadi titik tolak penting dalam hidupku. Di tahun ini pula aku mulai mencoba peruntunganku di bidang bisnis. Kecil-kecilan tentunya. Namun alhamdulillah bisa membantuku melanjutkan pendidikan lagi.  Jadi akan sangat menyedihkan bukan bila aku tak mensyukuri limpahan rezeki dan kebahagiaan yang dihadiahkan Tuhan untukku.
RESOLUSI 2013
Semangat dan harapan tak harus dilontarkan ketika tahun berganti. Namun ketika hari baru menyongsong, merugilah orang yang tak punya impian untuk menjadi lebih baik lagi. Hmm..mari kita liat daftar keinginan apa yang harus diperjuangkan di tahun ini :
Tesis harus udah beres setidaknya Februari 2013.
Kerjaan kantor beres tiap bulannya. Ga ada lagi istilah mengundur-undur waktu.
Ga boros-boros lagi (diusahain).
Jualannya lebih banyak lagi dari tahun lalu. Haha. Mari dibeli pak, dibeli buk. Haha.
Pengen les bahasa inggris lagi. Nah lo..?? Boleh kan ya? Hehe.
Kalo bisa target 111213 yang kemaren diomongin sama papa terkabul. Amiiin. Apaan coba?? Hahahahaha.
Satu lagi. Tahun ini harus bisa masak. Uuupss :D
Dan yang pastinya apa yang udah baek di tahun lalu jangan diilangin lagi. Baeknya ditambah, jeleknya buang kelaut. Sipp.
 

ORESTILLA Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea